Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

IBU..... by Iwan Fals

Lagu tentang perjuangan seorang ibu untuk anaknya tersayang. Lagu ini cipt musisi terkenal Iwan Fals, yang menceritakan kegigihan seorang ibu dalam membesarkan anaknya. Singkat, tetapi mempuyai arti yang sangat mendalam. Inilah liriknya:

IBU

Ribuan kilo....
Jarak yang kau tempuh
Lewati rintangan demi aku anakmu

Ibuku sayang......
Masih terus berjalan.....
Walau tapak kaki penuh darah ...penuh nanah

Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas IBU....

Ibu...
Ingin kudekap dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa, baluri seluruh tubuhku
Dengan apa ku membalas, ibu .....


Syair lanjutan dari seorang ayah yang mengharapkan anaknya tegar dan kuat.

Duduk sini nak..
Dekat pada bapak
Jangan kau ganggu 
Ibuuumu....

Turunlah lekas
Dari pangkuannya
Engkau lelaki
Kelak sendiri...



IBU

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara…
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
ibu…
ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…. - See more at: http://www.gen22.net/2010/07/puisi-ibu.html#sthash.1C4Mf3qV.dpuf

IBU

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara…
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
ibu…
ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…. - See more at: http://www.gen22.net/2010/07/puisi-ibu.html#sthash.1C4Mf3qV.dpuf

IBU

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara…
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
ibu…
ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…. - See more at: http://www.gen22.net/2010/07/puisi-ibu.html#sthash.1C4Mf3qV.dpuf

IBU

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara…
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
ibu…
ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…. - See more at: http://www.gen22.net/2010/07/puisi-ibu.html#sthash.1C4Mf3qV.dpuf

IBU

Ribuan kilo
jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang
masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara…
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…
ibu…
ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…. - See more at: http://www.gen22.net/2010/07/puisi-ibu.html#sthash.1C4Mf3qV.dpuf
Share:

UNTUKMU IBU

Ibu, wajah berserimu itu sekarang kulihat tua.
Tubuh tegarmu itu sekarang mulai melemah.
Sinar mata yang tajam saat memarahiku dulu,
kini tak pernah lagi kulihat.

Ibu, Aku rindu marahmu
Cubit lenganku lagi sampai berwarna merah
Merahkan juga telingaku dengan kritik tajammu
Lakukan saja apapun yang kau mau padaku
Kau injak kepalakupun kan kuserahkan dengan tersenyum

Ibu, aku bukanlah siapa-siapa di depanmu.
Yang dulu tak pernah bisa ke mana-mana,
tanpa meringkuk di gendonganmu.
Sekarang masih seperti dulu, Bu.
Aku hanya seonggok daging kecil,
yang tak pernah bisa bernafas tanpa kasihmu

Ibu, sudah berapa kali aku melukaimu?
Pasti sudah hilang kan catatanmu?
Sedangkan aku masih memiliki catatan-catatan bodohku,
yang merasa telah kau kecewakan.

Ibu, Dapat kuhitung dengan jari tanganku,
berapa kali aku membuatmu tersenyum,
berapa lembar kain yang pernah kubeli untukmu
Tak banyak kan?
Tapi kenapa kau tak pernah meminta?

Ibu, aku takut kau tinggalkan aku,
karna aku memang tak pernah siap kau tinggalkan.
Aku sangat membutuhkan teguranmu
Aku ingin melihatmu setiap pagi
Share:

Popular Posts

Mengenai Saya

Statistik Blog

Cari Blog Ini

Recent Posts

MOTTO

Kecerdasan berfikir akan tercermin pada akhlak yang mulia

Orang yang berilmu akan lebih tinggi derajatnya

Kekayaan abadi adalah ilmu yang bermanfaat

Tak ada kata terlambat untuk belajar, belajar sampai tutup usia

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.